Senin, 07 September 2009

08.00 - 09.11

'hije andau' aku lihat pelangi
adalah suatu yang biasa siang ini
karena hujan, karena angin telah mendahului
 
adalah bukan suatu yang biasa
karena warna pelangi terasa sendu untuk anak kayu gelam
adalah bukan suatu yang biasa
karena warna pelangi terasa diselimuti bias malam, hitam
si anak kayu gelam berusaha untuk menyingkirkan
dengan ranting kecil dia kibaskan bias malam pada pelangi
tapi ranting kecilnya terlalu 'lamah lituk-lamah liyut' ia rasakan
 
terasakan oleh akar kecilnya yang mulai keriput
karena terlalu banyak lubang cacing melingkarinya
ngilu di tiap persimpangan akar .. ditiap sendi
dan lipatan-lipatannya .. bagai terggigit ngengat
 
setelah lelah ia berlari menjejak langkah pelangi
tersudut di hutan ia mulai berdzikir, cepat dan bertambah cepat
batang, dahan, ranting, daun dan bahkan akarnyapun bergetar hebat,
sampai terasakan olehku semilir angin yang melingkupinya
hingga bias sang malam tersingkap diterjang dzikir anak kayu gelam
setitik demi setitik, seharusnya pelangi itu akan terlihat cerah
untuk anak kayu gelam
entah kapan
gresik, 07 September 2009