Rabu, 20 Januari 2010

sebelum lelap menelanku

malam semakin dingin  .. saat kabut mulai turun musim kemarau ini
genap sepuluh tahun aku tinggalkan kenangan akan masa mudaku di kota yang telah mengasuhku
dengan mimpi dan asa yang sampai saat ini belum bisa kurengkuh ..
ah...

entah apa yang ada dipikiranku saat ini .. antara resah, gemas, kecewa, suka dan rasa lega
campur aduk ... aku tak bisa berpikir ..
yang kurasakan hanya dingin yang semakin menusuk tulang malam ini ..

kupandang wajah anakku yang begitu polos .. lelap,
seakan cermin menamparku .. aku terkenang masa kecilku
kenapa belum juga aku bisa wujudkan indah masa kecilku di pangkuanmu ... anakku

kupandang kerut di sudut mata istriku ... akupun sadar aku yang telah mengguratnya
tak ada bedak untuk menutupinya sehingga air matapun seakan menemukan jalannya
menuruni pipi yang tak lagi kenyal ...

sungguh aku ingin mimpi-mimpi masa mudaku terwujud
seperti kamu, dia, mereka ... 
doaku sebelum aku lelap

Jumat, 15 Januari 2010

bangsat bertopeng

wajah itu mengingatkanku akan sesuatu yang indah
ada kedamaian disana
ada keteduhan disisi gerai rambutmu
ada kebahagiaan di sudut lesung pipimu

tapi sayang
kau tak bisa menipu jendela hatimu
riak di danau bening itu begitu nyata tergambar di sudut kedua matamu

mungkin kau bisa menipu bangsat-bangsat bertopeng itu
tapi sayang
kau tak bisa menipu hatimu sendiri


gresik jum'at pahing januari 2010